Minggu, 19 Mei 2013

SEKILAS INFO BUKU BUDAYA MANGGARAI SELAYANG PANDANG (Adi M.Nggoro)

Baru terbit revisi buku saya yang berjudul, Adi M.Nggoro, Budaya Manggarai Selayang Pangang,Ende : Nusa Indah. Cetakan pertama buku ini tahun 2006, dengan kata pengantar Drs.Marsuki Usman,MA, Mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan; dan mendapat sambutan Gubernur NTT, Piet Alexander Tallo,SH. Dan buku ini telah terbit ulang cetakan revisi pada tahun 2013. Buku ini terdiri dari 12 Bab. Bab I : Latar Belakang (Letak Geografis, Geologi, kebudayaan agraris, jumlah penduduk, kesatuan genealogis, asal usul moyang Manggarai). Bab II : Tata Ruang Budaya (Mbaru tembong, natas, compang,wae teku, lingko, dll), Bab III : Hubungan Kekerabatan (Wau/aseka, Woenelu (anak rona, anak wina), pa'ang ngaung, hae reba), Bab IV : Tua-tua adat (tua kilo/tua panga, tua golo, tua teno, tongka), Bab VI : Kumpui kope (dali di'a-di'a kope, bantang kope, kumpul kope, kope selek dia, kope ba kole), Bab VII : Jenis-jenis Perkawinan (Kawing tungku, kawing cako kawing cangkang), Bab VIII : Beberapa Istilah Perkawinan (pra peminangan, peminangan,wagal), Bab IX : Kesenian Daerah (Seni tari dan seni suara, ketrampilan budaya/kerajinan tangan), Tae Loas /ritus kelahiran (cikeng, loang, loas, entap dinding, poro putes, boak dimar, toko ruis cumpe, cear cumpe, la'at meka weru), Bab X : Tae Mata (dari kematian sampai saung ta'a, saung ta'a, kelas), Bab XI : Tente Teno (arti tenete teno, l.belakang, proses, dll), Bab XII : Penti (arti penti, macam-macam penti, hewan sesajian, tujuan penti). Buku ini sudah dipakai di antara sekolah-sekolah di Manggarai, bahkan menjadi sumber utama masalah kebudayaan dalam buku 100 tahun Gereja di Manggarai, Flores. Kalau mencintai budaya datanglah beli buku ini di toko buku ternama di flores. Nomor ISBN cetakan I 2006 : 979-429-271-0.Dan Nomor ISBN cetakan revisi 2013 : 979-429-330-X. Motto saya dalam buku ini : "BARANG SIAPA SETIA, JUJUR, ADIL, BENAR DAN BIJAKSANA DALAM PERKARA -PERKARA KECIL, MAKA IA JUGA SETIA, JUJUR, ADIL, BENAR DAN BIJAKSANA DALAM PERKARA-PERKARA BESAR" (Adi M.Nggoro).

Selasa, 07 Mei 2013

GAGASAN TENTANG EKONOMI

BERAS IMPOR NEGARA AGRARIS

Dewasa ini, menjadi keprihatinan kita adalah pemberlakuan beras impor. Padahal negara ini adalah negara agraris yang kaya dengan hasil bumi, termasuk potensi hasil gabah. Potensi alam seperti itu juga selaras dengan rata-rata pekerjaan krakyat Indonesia kebanyakan sebagai petani. Saya merasa prihatin dengan adanya pemberlakuan beras impor. Persoalannya apakah pemerintah sudah mengadakan pendataan secara akurat tentang kondiosi pangan lokal/angsa ini, khususnya gabah(beras). Saran saya adalah perlu berdayakan Bulog untuk menampung hasil bumi, khususnya beras, agar tidak mengalami krisis beras. Dan pemerintah bersama masyarakat desa untuk hidupkan kembali program lumbung desa, untuk mengantisipasi krisi beras pada masa paceklik. Serbab dengan adanya beras impor yang murah, dapat menekan harga jual beras petani. Padahal beras sebagai andalan utama penghasilan petanmi untuk dapat mebiayai kehidupan rumah tangganya. Pemerintah juga perlu awasi pengusaha nakal, yang menahan beras, sampai masyarakat krisis beras. demikian komentar saya, sebagai bagian dari anak bangsa ini yang sungguh memprihatinkan kondisi bangsa ini.

GAGASAN POPULER MASALAH SOSIAL BUDAYA

Konsep Membangun Desa di Manggarai:

Senin, 06 Mei 2013

AGENDA CINTA

 AGENDA CINTA: Agenda Cinta Kubuka agenda Hidup : Berapa tahun kita bergaul ? Berapa bulan kita berjumpa ? Berapa minggu kita curi pandang ? Ber...

DEGRADASI MORAL

Agenda Cinta

Kubuka agenda Hidup :
Berapa tahun kita bergaul ?
Berapa bulan kita berjumpa ?
Berapa minggu kita curi pandang ?
Berapa hari kita bercinta ?

Ah !
Fajar menyingsing,
Sinar mentari pagi,
Embun pagi membasahi dada,
Jengkrikan burung-burung,
Sayup-sayup kedengaran,
Irama langkah dedaunan hijau.

Bila kuingat saat bahagia itu,
Mutiara indah kudapati,
Sang Tokoh mengatakan : 
Jangan bimbang dan ragu !
Jangan curi pandang anak perawan !
Tetapkan langkahmu pada tujuan !
Tetapkan kalbumu pada yang kau cinta !
(Lebih jelas makna puisi ini dapat dibaca pada buku : Adrianus M.Nggoro, 2012, Gagasan Populer Masalah Sosial Masyarakat, Bangsa dan Negara, Jakarta : Nera Pustaka)